Rabu, 07 Desember 2011

DIA

Dia trkdang mjd ORTUq yg sering mmarahiq,menasehati&menyayangiq.
mjd USTADZ yg sering mengajak&mengajari mengaji.
mjd GURU yg suka membgi ilmunya.
mjd K2Xq yg slalu mjagaq.
mjd ADEXq yg suka menggodaq&membwtq tertawa.
mjd TEMANq yg sering qcurhati.
tp trkdang dia mjd MUSUHq yg slalu qajak brtngkar.
dia cukup baik mjdi PACAR yg setia.perhatian.sabar.dan pengrtian.
DiA.
DiA adalah Seseorang yang dekat denganku Saat ini



CINTAku Pada-Mu

YA ALLAH cinta yang tlah KAU ciptakan untukq ini
Tlah qhaturkan kpda hamba-MU yang menjadi pilihanku
Cinta yang suci dan murni
Tlah menuntunku menuju jalan-MU Ya RABB

Seseorang yang terdahulu merasa jauh dari-MU
Sering melupakan-MU
Slalu lupa mengucap rasa Syukur pada-MU
Dia menutup mata saat KAU turunkan Rahmat untuknya
Dia tlah berada jauh
Jauh dari Jalan-MU

Kini..........
Karena cinta.....
Semua tlah berubah

Cintaq karna-MU
Cintaq atas Ridho-MU
Cintaq karna Hidayah-MU
Dan CINTA itu yang tlah membuatq semakin dekat dengan-MU
Namun.......

Qtak ingin CINTAq pada Hamba-MU ini
Melebihi CINTAq kepada-MU Ya RABB
By: Mahalena Ristriyanti (^_^)


♥♫❤SUDIKAH ENGKAU MENJADI IMAM DI SETIAP SHOLATKU♥♫❤

❤•.....•❤•.....•❤•.....•❤•.....•❤•.....•❤•.....•❤•..
...•❤•.....•❤•
SUDIKAH ENGKAU MENJADI IMAM DI SETIAP SHOLATKU

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Satu ketika kau bertanya..
Sudikah kau menjadi Makmum disetiap solatku..
agar solatku lebih bermakna dan terjaga hendaknya..sudikah kau menjadi Penjaga diri

dan maruahku agar hidupku lebih tenang dan bahagia sudikah kau menjadi Pendidik hati

dan jiwaku agar rohaniku terisi hikmahNya

dan akhlakku terjaga hendaknya sudikah kau menjadi Pemerhati setiap gerak dan langkahku

agar aku tahu mana salah dan buruk lakuku sudikah kau menjadi Peneman di kala suka dan duka ku agar satu hari,

jika ujian itu datang air mataku ada yg menghapuskan..sudikah kau menjadi Pembela diriku

dan agamaku agar aku terus berada di atas jalan yang benar sudikah kau menjadi Penggerak semangatku..

agar bila aku kelesuan kau mampu membei bantuan walau hanya sekadar senyuman
Sudikah kau menjadi Sahabat buat diriku..mendengar luahan hatiku agar aku boleh berbicara apa saja dgn mu

tanpa rasa ragu..Sudikah kau menjadi Penghibur ketika ku kesunyian
agar aku boleh ketawa riang

Satu ketika aku menjawab...

"Ya, Aku sudi..Kerana kau pilihanku kerana ILLAHI dan Kau juga memilihku kerana petunjuk RABBI"

Tetapi,aku kembalikan soalan ini kepadamu..sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU?

jika aku sudah tidak seperti dulu?Sudikah kau pula menjadi Imam,Penjaga,Pendidik Pemerhati,Peneman, Pembela

Penggerak, Sahabat dan Penghiburku Jika suatu ketika nanti aku sudah tidak mampu lagi menjadi Makmum di setiap solatmu..Jika aku sudah tidak mampu lagi menjagamu,menemanimu memerhatikanmu,mendidikmu membelamu,menggerakkanmu menjadi sahabatmu dan menghiburkanmu Sudikah kamu wahai .....................?

Aku percaya..kau masih sudi..
"Kerana Aku pilihanmu kerana ILLAHI
dan Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk RABBI"
Nikmatilah Percintaan itu dgn caranya yg terindah
*♥*•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•. ♥♥~*♥**♥*~♥♥ .•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•*♥*
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥
`·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´
Semoga bermanfaat...
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫
Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

Untukmu Calon Imamku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz






Join Page:Untukmu Calon Imamku yang Tertulis Di Lauhul Mahfudz
https://www.facebook.com/pages/Untukmu-Calon-Imamku-yang-Tertulis-Di-Lauhul-Mahfudz/169617539766615

Ukhti Bagimana Denganmu???

السلام عليكم

Ukhti yang sedang dilanda cinta
yang sedang mencinta
dan cintai ikhwan-ikhwan yang telah memikat hati ukhti
kini bahagia memiliki hamba-hamba Allahyang sholihah

Namun....Jika apa yang ukhti fikirkanapa yang ukhti inginkan tidak dikabulkan Oleh-Nya
janganlah berburuk sangka kepada-Nya

Ukhti
jika saat ini ukhti sedang mencintai
dan dcintai oleh seorang ikhwan
dan sekarang telah menjadi teman special ukhti
telah lama xan bersama dalam bingkai cinta xan
namun, hubungan itu belum diHALALkan  

Saat ukhti sedang berbunga-bunga atas cinta seorang ikhwan
saat itu juga  seseorang yang belum ukhti kenal
bahkan belum tau benar siapa ukhti
dengan keyakinanya untuk melakukan sunnah Allah
ikhwan itu datang dan berniat untuk  berta'aruf 

Ya ALLAH Ya RABB
seorang ikhwan yang taat beragama
sholeh, berwibawa, berakhlak mulia, meskipun tak begitu tampan.
Namun,dengan ketaatan beragamanya ikhwan itu telah meminta izin kepada orangtuamu untuk mengkhitbah ukhti

Ya Ukhti
apa yang akan Ukhti lakukan dengan keadaan ini?
akankah ukhti tetap bersama ikhwan yang telah bersma ukhtidan ukhti cintai,
namun belum halal?
ataukahukhti akan berlari bersama ikhwan
yang tlah siap mengkhitbah mengajak ukhti untuk menghalalkan hubungannamun ukhti belum mencintainya? 
Jawablah semua itu pada hati ukhti
fikirkanlah sejenak
Karena, apa yang kita inginkan
dan apa yang kita fikirkan belum tentu Allah berkehendak

Wsslm.
By: *Maha* (^_^)



Mencintai atau ingin Memiliki ?????

seorang wanita sangat menyayangi kekasihnya
sering mengorbankan perasaannya sendiri
demi kebahagiaan sang kekasih
meski hatinya sakit
ia tak perduli

terlalu banyak lika-liku cintanya
hingga membuat keduanya sering bersikap dingin

Namun,,,,,,,,,
dia hanya memikirkan perasaan orang yang disayangi
tanpa egois
dan penuh keikhlasan
dia mencoba mengalah
dan selalu berusaha mengerti 

Namun, kini hatinya benar2 gundah
melihat wanita yang lebih baik dari dia
berada dekat dengan kekasihnya
pikiran yang tak terdugapun terlintas dalam dirinya

dan,,,,,
ternyata wanita itu menaruh hati pada kekasihnya
tak rela
tak ingin lepas dari kekasihnya 

Dia memanjatkan do'a kepada pencipta-Nya
berhari-hari hati gundah
menanti jawaban itu

dia melihat kekasihnya semakin akrab bersama wanita itu
dia senang melihat kekasinya bahagia
namun, disisi lain
dia sedih dan sakit

setelah sekian lama menanti jawaban dari-Nya
tanpa berpikir panjang
wanita ini memutuskan untuk pergi meninggalkan kekasihnya
meskipun dia tahu kekasihnya masih mencintainya

Namun, dia lebih memilih pergi
menyerahkan kekasihnya
untuk wanita lain.

Karena dia mencintai kekasihnya
dan

Mencintai tidak harus memiliki.









By: Mahalena Ristriyanti